Jika semua hari adalah kapal-kapal berserakan di antara
seribu pelabuhan yang tercecer dan pulau-pulau yang
memersembahkan kesunyian dan matahari terbenam.
Sementara kamu mengepak sayap berjingkat dengan
sajak yang terdiam di dalam perjalanan dan idiopati kasih sayang.
Mungkin kita serupa gerombol camar yang terlupa
dalam langit sore yang memersembahkan pesta
Lalu dua juta cahaya berlarian menerpa mata
ketika tahu kita belum pernah memiliki makna-makna
yang kini merambah menghujat pada waktu dan sapa.
Di sepanjnag kehidupan kita akan ada ribuan pesta
yang mesti kita semua persembahkan di antara
pertapa para pujangga dan doa yang berlayar.
Wonosari Agustus 2012
terinspirasi dari cerpen Ujung Kehidupan karya Alviyo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar