Kamis, 30 Oktober 2014

Catatan Cerita

Sempat aku berupaya meninggalkanmu, atau
Membunuhmu dengan racun yang telah kusediakan
Pada kenang mimpi malam itu.
Bukankah kita dahulu begitu akrab, menyandingkan
Berbagai macam teka-teki yang tak terpecahkan
Ihwal bayang yang tak sempat terjabarkan.

Kadang aku mengenangmu sebagai catatan kecil yang lapuk
Datang pada jam-jam yang lelah menunggu
karamnya kapal besar pada pulau tak bertepi.
Kita sempat dicerca mengenai siapa sebenarnya cerita
Lantas kau diam saja, menyuruhku berkata
Bahwa sesungguhnya kita bukanlah sepasang
Mata yang tau pada jejak mana mimpi berada sesungguhnya.

Kepada puisi, kugambar ketiadaanmu lagi pada hari ini
Biar kita saling paham bahwa lewat jalan itu kita diam
Kita berlomba untuk mentertawakan lukisan
Yang terpahat pada dinding waktu sesungguhnya.



Yogyakarta 27 Oktober 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar