Jumat, 13 Februari 2015

Kepada Puisi Lama

Sebelumnya aku ingin meminta maaf dahulu kepadamu
Telah lama kutinggalkan, dalam waktu yang sia sia
Meski dahulu kita terus bersama menjadi langit langit
Dan senja senja.

Kini tibalah waktunya aku meminta malammu lagi, meminta
Antrian cerita yang seringkali datang pada jam sebelum tidur
Masihkan kita sama seperti dahulu? Kau menyuruhku tidur
Lantas menyelimutiku dengan kata-kata, kisah cinta dan angin lalu
“Tidurlah sayang, maka kita akan beranjak pada mimpi selanjutnya”

Kini aku membutuhkanmu lagi untuk berpijak pada langkah yang setara
Menemaniku dengan kisah sederhana tentang waktu dan peradaban
Yang seringkali datang di waktu pagi lantas menghilang dalam hujan.

Kini aku menuliskanmu lagi pada kisah bersambung yang masih menunggu
Giliran untuk di sampaikan pada bunga bunga. Pada puisi puisi
Menjadi sekeping cerita yang terucap dalam maafku pada kata.
Pada pujangga jalanan, setapak dan sepotong kisah tentang bangku taman.

Kini kita mesti saling memaafkan, mengumbar cinta cinta
Pada malam malam sederhana. Pada tumpukan kisah yang dibukukan
Oleh tangan-tangan kusam.
Mohon maaf puisi, aku mendahuluimu untuk berkisah lebih dahulu.


Yogya 30 April 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar