Sebelumnya aku ingin meminta maaf dahulu kepadamu
Telah lama kutinggalkan, dalam waktu yang sia sia
Meski dahulu kita terus bersama menjadi langit langit
Dan senja senja.
Kini tibalah waktunya aku meminta malammu lagi, meminta
Antrian cerita yang seringkali datang pada jam sebelum tidur
Masihkan kita sama seperti dahulu? Kau menyuruhku tidur
Lantas menyelimutiku dengan kata-kata, kisah cinta dan angin
lalu
“Tidurlah sayang, maka kita akan beranjak pada mimpi
selanjutnya”
Kini aku membutuhkanmu lagi untuk berpijak pada langkah yang
setara
Menemaniku dengan kisah sederhana tentang waktu dan
peradaban
Yang seringkali datang di waktu pagi lantas menghilang dalam
hujan.
Kini aku menuliskanmu lagi pada kisah bersambung yang masih
menunggu
Giliran untuk di sampaikan pada bunga bunga. Pada puisi
puisi
Menjadi sekeping cerita yang terucap dalam maafku pada kata.
Pada pujangga jalanan, setapak dan sepotong kisah tentang
bangku taman.
Kini kita mesti saling memaafkan, mengumbar cinta cinta
Pada malam malam sederhana. Pada tumpukan kisah yang
dibukukan
Oleh tangan-tangan kusam.
Mohon maaf puisi, aku mendahuluimu untuk berkisah lebih
dahulu.
Yogya 30 April 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar