Aku paham bagaimana menafsirkan teka-teki
Yang datang dengan jawaban tidak tahu
Pada malam hujan. Dimana bayangmu
Tumbuh pada ranting-ranting basah.
Kadang, resah pun datang pada jam yang tak sama
Lantas mengetuk pintu. Hanya sekadar ingin tau
Bagaimana kabarmu yang telah tidur lebih dulu.
Kujawab saja, kamu sedang bergumam
Menawar mimpi untuk menjadi langgam hari-hari.
Barangkali, kita memang datang sebagai sepasang
Indera yang mengecap rasa cinta pada piring yang sama.
Kita mesti mengaduh pada rasa bersalah hingga petang
Melukis kecupan kabar terakhir sebelum kita lupa.
Selamat malam kekasih, namamu malam ini tertera
Pada detik ke duabelas ketika jarum panjang menunjuk
Ke angka tiga dengan maaf tak terhingga.
Yogya 2014