Sabtu, 01 November 2014

Aku Membawakanmu Rindu pada Sebuah Buku Cerita

Ada ribuan kilau terik yang sempat kita titipkan pada jerit
angin ribut, udara kotor dan debu-debu yang kusam, siang itu.
Aku terlelap pada sepotong tangkai kering kala angin
benar-benar datang membawakanku sebuah kabar darimu.

Bisa jadi yang kini mengumbar cerita-cerita pada lautan itu
adalah kita yang sedari dulu lupa bagaimana semestinya
berjalan di antara ribuan pijak kaki yang tak pasti.
Lalu kita selami pula danau yang di dalamnya berjuntal
kenangan tentang matahari dan rambutmu yang kotor.

Aku masih di sini, menanti hari gelap datang bersemayam
dalam lautan yang teduh, Sementara di ujung jalan kecil itu
tumbuh bunga-bunga yang sempat kita tebarkan benih sia-sia
pada tiap tangkai yang tak sempurna.
Aku membawakanmu rindu, pada sebuah buku cerita.

November 2014